Sebagai ibukota negara dan pusat bisnis, harga umumnya tanah di Jakarta masih yang tertinggi di Indonesia. Lokasi, infrastruktur, aksesibilitas, dan kelangkaan lahan menjadi pemicu meningkatnya harga tanah di Jakarta termasuk harga rumah pik2.

Survei yang ditunaikan Indonesia Property Watch (IPW) terhadap akhir 2015 lantas menunjukkan, wilayah bersama harga tanah umumnya tertinggi di Jakarta (masih) berada didalam kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat.

Survei ditunaikan di seluruh kawasan perumahan—bukan kawasan komersial—di wilayah DKI Jakarta.

“Pergerakan harga di wilayah Jakarta Utara dipengaruhi oleh Kelapa Gading dan Sunter, tak sekedar kawasan Pluit, Penjaringan, bersama sebagian titik mengalami koreksi harga,” kata Ali Tranghanda, CEO IPW.

Jakarta Barat masih tetap bergerak sejalan bersama kegiatan pembangunan di kawasan tersebut. Sementara Jakarta Timur masih berada di kronologis terendah, tapi menyimpan potensi yang lumayan besar lantaran masih punyai lahan yang lumayan luas.

 

Berikut ini wilayah termahal di lima wilayah DKI Jakarta:

 

Jakarta Utara

Perkembangan harga tanah di Jakarta Utara dimotori sebagian wilayah layaknya Pluit (Penjaringan), Kelapa Gading, dan Sunter bersama harga tanah umumnya tertinggi Rp30,6 juta/m².

Harga tanah di Pluit pun mengejar Kelapa Gading bersama kisaran Rp18 juta – 30 juta/m². Di sebagian titik, harga tanah bisa menggapai Rp35 juta/m², lebih-lebih untuk lahan komersial bisa menggapai Rp60 juta/m².

Wilayah Sunter yang berdampingan bersama Kelapa Gading harus mendapat perhatian. Meskipun secara umumnya harga tanah masih di bawah Kelapa Gading, tapi di sebagian lokasi, harga mulai menyamai lebih-lebih sedikit melampaui Kelapa Gading.

“Sementara itu, pergerakan harga tanah di Pluit dan Kelapa Gading relatif mulai melambat dan sebagian titik terjadi koreksi harga, biarpun masih didalam batas wajar,” ungkap Ali.

 

Jakarta Barat

Harga tanah umumnya di wilayah Jakarta Barat diperkirakan menyentuh Rp25,6 juta/m² yang dipicu oleh wilayah Puri Indah bersama harga tanah berkisar Rp23 juta – Rp28 juta/m² (di sebagian titik bisa menggapai Rp30 juta/m²).

Wilayah Grogol Petamburan membawa harga tanah lebih rendah, yaitu Rp13 juta – Rp21 juta/m².

“Pergerakan pembangunan di kawasan Puri Indah beri tambahan efek atas kenaikan harga tanah di kawasan ini dan sekitarnya,” imbuh Ali.

 

Jakarta Selatan

Kawasan Kebayoran Lama di Jakarta Selatan, masih mendominasi harga tanah tertinggi yang merupakan benchmark berasal dari harga tanah di Jakarta Selatan bersama harga tanah umumnya tertinggi Rp45,8 juta/m².

Wilayah Pondok Indah yang merupakan anggota berasal dari kecamatan ini, punyai harga tanah Rp43 juta – Rp68 juta/m², lebih-lebih untuk kawasan golf bisa menggapai Rp125 juta/m².

Sementara itu, harga lahan Pondok Pinang yang relatif dekat bersama Pondok Indah bisa menggapai Rp30 juta – Rp35 juta/m².

 

Jakarta Pusat

Tanah termahal di kawasan Jakarta Pusat terkandung di kawasan elit Menteng bersama harga umumnya Rp66,7 juta/m².

Kendati demikian, ujar Ali, penawaran harga tanah bisa menggapai Rp75 juta/m². Di wilayah sekitar, yaitu di seputaran Jalan Surabaya, tanah masih ditawarkan bersama harga Rp45 juta – Rp50 juta/m².

 

Jakarta Timur

Kawasan Pulomas yang terhitung didalam kawasan Pulogadung, menjadi benchmark harga tanah di Jakarta Timur bersama harga umumnya tertinggi Rp22,8 juta/m².

“Kondisi harga tanah paling rendah (di Jakarta) yang disandang Jakarta Timur lebih dikarenakan banyaknya jaringan infrastruktur yang belum membuka lengkap dibandingkan bersama wilayah lainnya.

Namun demikian pergerakan terjadi di wilayah Pulo Gebang. Dalam perkembangannya, wilayah ini membawa prospek bersama pembangunan infrastruktur di sekitaran wilayah ini yang akan mengangkat nilai tanah wilayah.