minuman pemicu batuk

Bila saat ini Anda tengah batuk, baik hanya karena efek flu ringan hingga gangguan pernafasan serius seperti COVID. Coba pastikan untuk menghindari dulu sejumlah minuman pemicu batuk yang dijelaskan dalam deherba.com. Ini akan efektif membantu mencegah batuk Anda memburuk.

Kenapa Makanan dan Minuman Bisa memicu batuk?

Tidak banyak orang paham bahwa sejumlah makanan atau minuman bisa jadi justru menyebabkan batuk yang dialami akan memburuk. Sifat umumnya hanya memicu batuk, tetapi tidak secara langsung menyebabkan batuk.

Mengapa demikian? Karena kandungan dalam makanan dan minuman tersebut dapat bekerja menjadi pemicu batuk. Biasanya karena dalam makanan dan minuman tersebut terkandung zat zat yang dapat memicu reaksi alergi. Atau mengandung senyawa protein yang dapat memicu produksi lendir semakin kuat.

Kadang sejumlah unsur dalam minuman atau makanan itu bekerja meningkatkan peradangan yang juga dapat menjadi pemicu batuk. Karena peradangan akan mendorong produksi lendir meningkat dan ini akan menyebabkan batuk semakin sulit teratasi.

Apa Saja Minuman Pemicu Batuk Itu?

Kali ini kita akan membahas soal minuman apa saja yang termasuk pemicu batuk. Setidaknya ini akan memandu Anda mengatur pola makan lebih aman sementara Anda mengalami batuk.

Minuman dingin

Apapun itu jenis minumannya, sebaiknya hindari dulu sementara Anda batuk. Karena suhu dingin mungkin menyebabkan lendir di tenggorokan mengental. Suhu dingin pada kondisi batuk juga dapat menyebabkan produksi lendir semakin banyak. Apalagi pada mereka yang pada dasarnya memiliki kondisi alergi dingin.

Justru minuman hangat disarankan untuk dikonsumsi penderita batuk. Karena suhu hangat membantu melebarkan tenggorokan, membantu mencairkan dahak dan meringankan rasa gatal di tenggorokan.

Minuman manis

Minuman dengan gula berlebihan sebenarnya memang dapat menjadi pemicu batuk. Karena gula memiliki efek agen inflamasi, yang dapat memicu dan memperburuk peradangan di tenggorokan.

Efek manis ini juga dapat memicu terjadinya produksi lendir berlebihan pada tenggorokan. Juga mungkin untuk menyebabkan lendir mengental sehingga sulit untuk dikeluarkan. Minuman kemasan seperti soda atau minuman penyebar adalah contoh minuman manis yang diangggap berbahaya untuk batuk.

Masalah bisa semakin buruk, bila Anda memilih mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan. Karena efek alergi yang muncul dari jenis pemanis buatan biasanya lebih tinggi. Ini dapat memicu rasa gatal di tenggorokan.

Minuman Produk susu

Susu sebenarnya memang kaya manfaat. Bahkan disebutkan mengonsumsi rutin susu dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, susu juga bisa menjadi masalah bagi penderita batuk.

Karena unsur lemak di dalamnya dapat memicu produksi lendir berlebihan. Ini berlaku untuk sejumlah produk turunan susu seperti eskrim dan yoghurt. Tetapi bila Anda mengonsumsi susu dalam suhu hangat, dalam jumlah tidak berlebihan, efek samping susu ini masih bisa ditekan.

Cokelat

Minuman yang terbuat dari bahan coklat pada umumnya mengandung unsur yang dapat memicu batuk. Namun di sisi lain, bahan coklat itu sendiri terbukti mengandung theobromine yang lebih kuat dari kodein dalam mengatasi batuk.

Hanya saja, cokelat sendiri mengandung kafein yang dapat memicu batuk. Juga kebanyakan telah disuntikan tambahan unsur pemanis, minyak, lemak dan lain sebagainya untuk memperkaya rasa. Dan unsur tambahannya ini yang mungkin memicu batuk.

Kafein

Ternyata kafein juga bisa memicu terjadinya batuk pada sejumlah orang. Unsur kafein dapat menyebabkan stimulasi berlebihan pada dinding tenggorokan hingga menimbulkan rasa gatal dan produksi lendir berlebihan.

Tetapi kebanyakan orang tidak menunjukan gejala ini bila konsumsi kafein tidak berlebihan. Anda juga bisa mengalihkan kebiasaan mengonsumsi kopi dengan minuman teh hangat. Meski mengandung kafein, tetapi minuman ini tidak terlalu menjadi pemicu batuk karena kandungan kafein di dalamnya relatif ringan dan unsur antioksidannya cukup baik untuk mencegah batuk.