terkandung 3 jenis belut yakni belut sawah, belut rawa dan belut laut/payau. Paling banyak yang dibudidayakan oleh penduduk adalah belut sawah.

Habitat hidup belut lumayan luas dari perairan tawar sampai perairan laut. Belut cendrung hidup diperairan dangkal denga basic lumpur,sawah, tepian rawa-rawa, danau. Sungai atau genangan air lainnya.

Bentuk belut terlalu tidak sama dengan ikan dikarenakan lebih menyerupai ular yakni gilig memanjang, tidak membawa sisip dada, sirip punggung dan sirip dubur udah mengalami perubahan bentuk menyerupai lipatan kulit namun belut termasuk didalam golongan ikan.

Sedangkan sirip dada dan sirip punggung hanya berupa semacam guratan kulit yang halus. Bentuk ekor pendek dan tipis, badan lebih panjang dari ekornya. Cara hidupnya terlalu tidak sama dari ikan dikarenakan belut senang membenamkan diri didalam lumpur dengan mengakibatkan lubang sebagai tempat hidupnya,

Belut tergolong jenis ikan yang toleran lumayan tinggi terhadap lingkungan tumbuhnya, sehingga penyebarannya mencakup wilayah giografis yang luas. Namum belut dewasa dengan belut terhadap pase larwa dan anakan terkandung perbedaan tempat hidup yang disukai.

Belut dewasa membawa kebolehan adaptasi yang tinggisehingga mampu hidup didalam lumpur atau dimedia yang terlalu keruh.

Sedangka belut terhadap pase larva dan anakan lebih menyukai air yang berkwalitas yang baik yakni pH 5-7. Hal ini dikarenakan pH yang terlalul asam dan basa tidak baik untuk sistem pemijahan dan pemeliharaan larva belut.

 

penerapan benih

Benih belut yang ditebar didalam kolam dengan harga terpal yang murah dengan ukuran panjang kira-kira 12-15 cm sebanyak 25 ekor/m2 atau berat kira-kira 1-1,5 kg per m2 luas kolam budidaya.

Oleh dikarenakan itu untuk hindari tingginya angka kematian, maka perlu perhatikan hal-hal sebagai berikut :

Benih yang ditebar sebaiknya didalam suasana sehat, gesit, tidak sakit dan memiliki ukuran panjang tubuh yang sama. Hal ini untuk hindari dari pesaingandalam memanfaatkan makanan.

Sewaktu memasukkan belut kedalam fasilitas budidaya sebaiknya dengan pelan-pelan, sedikit demi sedikit biarkan belut terlihat sendiri menuju kolam.

Belut jangan dibenamkan didalam air fasilitas atau kolam dengan secara paksa. Bila belut yang ditebar kedalam kolam terpal dengan cepat mengakibatkan lubang itu bermakna belut sudak cocok dengan fasilitas yang digunakan.

Sebaiknya penebaran benih belut untuk pembesaran dilakukan disore hari dan pagi hari sebelum akan jam 09.00 dikarenakan sementara berikut dampak intensitas sinar matahari tetap atau udah berkurang.

Pembudidaya belut tersedia yang berani menabar belut terhadap siang hari sesudah benih belut diistirahatkan sepanjang 30 menit dan diberi air dan juga larutan gula.

Media yang udah diisi belut jangan diaduk-aduk ulang dikarenakan mampu mengakibatkan belut stress dan mengalami kematian yang ditandai dengan keluarnya belut dari fasilitas lumpur atau belut merayap terhadap permukaan dipagi-siang hari. Kematian berikut mampu disebabkan oleh strees, luka atau racun

 

Media budidaya Belut

Pembuatan fasilitas untuk budidaya belut lumayan tidak sama dengan beudidaya ikan yang lainnya dikarenakan didalam fasilitas termasuk perlu terkandung bahan organic sebagai tempat untuk membenamkan diri.

Terkait dengan pembuatan fasilitas untuk belut yang dibudidayakan terhadap kolam terpal, terkandung lebih dari satu hal yang perlu diperhatikan yakni :

Media budidaya belut membutuhkan bahan organic yakni berupa tanah dan kedeboh pisang. Oleh dikarenakan bahan organic berikut lebih berat daripada air didalam volume yang sama, penyangga kolam terpal perlu dibuat lebih kuat sehingga tidak jebol.

Sebelum belut ditebar, upayakan fasilitas budidaya udah bener-bener udah siap.

Bila sistem pematangan fasilitas tetap terjadi ( ditandai dengan tetap berprosesnya gas bahan organic/suhu tetap agak tinggi) mampu menggangu kehidupan belut.

Sebisa bisa saja hindari kebocoran kolam terpal akibat digerogoti tikus. Kebocoran mampu mengakibatkan fasilitas mongering dan mampu membahayakan kehidupan belut.

 

Pemberian Pakan

Tanah humus merupakan sumber makanan yang baik untuk belut dikarenakan didalam nya terkandung hewan renik seperti makrobenthos, cacing, siput, kerang atau larwa nyamuk.

Tanah humus termasuk banyak punya kandungan banyak air yang terlalu membantu sebagai fasilitas kehidupan belut. Perhitungan pakan belut dilakukan dengan cara menghitung presentasi dari berat awal jumlah keseluruha belut yang dibudidayakan.

Takaran pakan yang diberikan perlu makin meningkat jadi 5 -20%. Pemberian pakan untuk pertumbuhan belut diberikan 2-3 kali sehari. Pemberian pakan dilakukan terhadap sementara pagi hari dan sore hari.

Pemberian pakan termasuk perlu menberikan rasa nyaman bagi belut. Alasanya dikarenakan dengn rasa nyaman bakal mampu mempengaruhi nafsu makannya sehingga belut mampu makan secara optimal. Beberapa cara bantuan pakan terhadap belut yakni :

Beberapa hari sebelum akan benih belut ditebar didalam fasilitas budidaya, terhadap fasilitas budidaya sebaiknya dimasukkan pakan alami seperti bekecot, keong, yuyu stsu hewan lainnya yang udah direbus terlebih dahulu.

Hal ini memiliki tujuan sehingga pakan alamim berikut mampu terurai atau tercampur dengan fasilitas budidaya sehingga mikroorganisme yang diperlukan belut mampu tumbuh.

Pakan yang diberikan hidup berupa ikan kecil atau kecebong, perhatikan suasana ketinggian air jangan sampai terlalu tinggi dikarenakan belut bakal ada problem menangkapnya.

Pakan yang diberikan berupa cacing, kondisikan cacing mampu hidup terhadap fasilitas budidaya dengan harapan belut mampu memakannya.

Binatang mati termasuk mampu sebagai pakan alternative untuk kosumsi belut, namun perlu cocok kandungan dan perlu direbus dulu sehingga mampu bertahan lama dan tidak mengundang bau busuk terhadap air fasilitas budidaya.

Pemberian Pakan Pembesaran Belut Selama 4 Bulan untuk 10 Kg Belut

Umur 30 hari dari awal penebaran, presentase pakan yang diberikan 5%, berat pakan yang diberikan 0,5 kg/hari dan jumlah bantuan pakan 30 x 0,5 = 15 kg

Umur 60 hari, presentase pakan yang diberikan 10%, berat pakan yang diberikan 1 kg/hari dan jumlah bantuan pakan 60 x 1 : 2 = 30 kg

Umur 90 hari, presentase pakan yang diberikan 15%, berat pakan yang diberikan 1,5 kg/hari dan jumlah bantuan pakan 90 x 1,5 : 3 = 45 kg

Umur 120 hari , presentase pakan yang diberikan 20%, berat pakan yang diberikan 2 kg/hari dan jumlah pakan 120 x 2 : 4 = 60 kg ( Referensi dari Penebar swadaya )