Sejak pandemi merebak di Indonesia pada Maret 2020 lalu, bisnis online menjadi semakin naik daun digeluti banyak orang. Banyak juga bisnis offline atau konvensional yang berbondong-bondong beralih ke bisnis online. Contohnya, yang tadinya buka warung makan atau restoran, kini jadi menjual paket frozen atau menu makanannya lewat aplikasi pesan makanan online dan marketplace. 

Yang menarik dari bisnis online bukan hanya tentang metode pemasarannya aja yang lebih mudah dan jangkauan yang luas, namun juga model bisnisnya yang beragam. Mulai dari tanpa modal, modal kecil, hingga modal besar, semua bisa dijalankan. Di 2021, karena pandemi belum usai, kemungkinan akan masih banyak orang yang mencoba peruntungan di bisnis online. Terutama buat mereka yang perlu cari uang tambahan atau ingin beralih profesi. Apakah kamu salah satunya?

Jika iya, yuk ketahui dulu 4 model bisnis yang populer dalam bisnis online. Dengan begitu, kamu bisa menjalankan bisnis dengan lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan modal yang dimiliki. 

Jadi Reseller

 

Mungkin kamu sudah sering mendengar tentang istilah reseller dalam dunia bisnis. Sesuai definisinya, secara singkat reseller berarti kita menjadi penjual yang menjual kembali produk dari distributor atau supplier. Dua hal utama yang perlu dipersiapkan untuk menjadi reseller yaitu adalah modal dan strategi pemasarannya. 

Dengan menjadi reseller, berarti kamu harus membeli sejumlah stok barang dari distributor atau supplier. Kemudian, kamu menjual kembali stok barang tersebut lewat strategi pemasaran online yang sudah dibuat. Baik itu lewat marketplace, media sosial, atau sekadar via messenger online di WhatsApp. 

Contoh, kamu ingin berbisnis online masker kain dengan desain dan warna-warna basic. Apabila memilih menjadi reseller, maka kamu perlu cari supplier barang yang tepat baik itu di marketplace atau offline. Setelah membeli stok barang, selanjutnya kamu perlu mengolah dan memasarkan barang tersebut sesuai strategi atau channel pemasaran online yang sudah ditentukan. Misalnya, melalui Instagram. Tentukan juga harga jual yang pas sesuai dengan jenis barang dan biaya operasional bisnis onlinemu.

Jadi Dropshipper

Nggak kalah populer dengan reseller, menjadi dropshipper kerap dipilih banyak orang yang mau memulai bisnis online tanpa keluar modal. Kalau reseller harus stok barang, dropshipper justru nggak perlu. 

Yang perlu kamu lakukan adalah mencari barang yang ingin dijual, memilih supplier yang tepat dan meminta izin dropship, dan rajin-rajin promosi. Jika terdapat pembelian dari hasil promosimu, maka kamu perlu meneruskannya ke supplier. Sisanya, supplierlah yang akan mengurus dan mengirim transaksi ke pembeli. 

Dari mana dapat keuntungannya? Dari selisih harga yang kamu berikan/promosikan ke calon konsumen. Misalnya, kalau dari suppliermemberikan harga 1 piece masker sebesar Rp10.000 dan kamu mau dropship, maka kamu bisa jual di harga Rp13.000 atau Rp15.000. Rp10.000-nya untuk bayar ke supplier, Rp3.000 atau Rp5.000 adalah keuntungan buat kamu. 

Jadi Affilite Marketer

Serupa tapi tak sama dengan dropshipper, menjadi affiliate marketer adalah salah satu model bisnis online di mana kamu bekerja sama dengan pemilik produk atau perusahaan untuk menjualkan kembali produknya. Bedanya, untuk menjadi affiliate marketer kamu perlu membeli dan mencoba produk dari perusahaan/pemiliknya. Setelah resmi membeli dan mencoba produk, kamu baru bisa menjual atau mempromosikan produk tersebut ke target market yang sesuai. 

Berbeda dengan dropship di mana margin keuntungan atau harga jual ditentukan sendiri, dalam affiliate marketing, komisi per penjualan produk biasanya sudah ditentukan oleh perusahaan atau pemilik produk. Misalnya, untuk per penjualan produk yang berasal dari kode atau link afiliasimu, perusahaan akan memberi komisi sebesar 40% dari harga jual. Tentunya, komisi yang didapat dari afiliasi jauh lebih besar dibanding keuntungan dropship. 

Perusahaan atau bisnis apa saja sih yang membuka kesempatan afiliasi? Ada marketplace, bisnis hosting, travel, hingga produk digital seperti kursus online, rata-rata saat ini membuka sistem afiliasi bagi orang-orang yang tertarik. Kamu bisa melakukan riset lebih lanjut di internet terkait produk dengan sistem afiliasi. 

Jadi Brand Owner

Punya modal besar dan pengen bikin bisnis from scratch? Jadi brand owner solusinya! Eits, tapi, untuk menjadi brand owner sebenarnya nggak harus selalu perlu punya modal besar. Yang pasti, perlu punya modal. Karena membangun brand tentunya butuh biaya sesimple biaya packaging atau bikin website kalau untuk bisnis online

Kamu bisa menjadi brand owner tanpa harus punya atau bikin produk sendiri. Misalnya, untuk produk yang dijual, kamu membeli stok barangnya dari supplier. Nah, sebelum dijual kembali (jadi reseller), kamu membangun strategi branding yang kuat lebih dulu dari produk yang sudah dibeli. Kalau produknya masker basic misalnya, kamu bisa memberi nama brand, packaging yang unik dan menarik, foto yang bagus, bundling dengan produk lain, dll. Dengan begitu, nilai jual dari produk yang kamu pasarkan akan naik. 

Pengen Bisnis Online Tapi Terkendala Modal?

Jangan khawatir, sebab ini adalah salah satu masalah klasik dari dunia perbisnisan, termasuk juga bisnis online. Saat ini, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan modal bisnis. Kalau mau yang jalan langsung tanpa modal juga bisa, kamu bisa coba dulu menjadi dropshipper. 

Untuk modal kecil hingga menengah, selain mengandalkan tabungan, kamu juga bisa mencoba pinjam dana ke aplikasi pinjaman uang online. Eits, bukan yang abal-abal tentunya. Tapi aplikasi pinjaman uang online yang sudah terdaftar di OJK dan punya suku bunga paling rendah. Salah satunya contohnya adalah Kredivo

Kenapa coba Kredivo untuk Pinjam Modal Bisnis?

Yang pertama, dibanding dengan aplikasi pinjaman uang online lain, Kredivo punya bunga paling bersahabat dengan opsi tenor variatif. Lewat fitur “Pinjaman Tunai” yang tersedia di aplikasi Kredivo, kita bisa pinjam dana mulai dari 500 ribu sampai puluhan juta dengan pilihan tenor mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan. Sementara suku bunganya hanya 2,6% per bulan. 

Yang kedua, Kredivo menyediakan limit maksimal hingga Rp 30 juta khusus untuk pengguna Premium. Bukan cuma bisa dipakai untuk pinjam modal uang, kita juga bisa pakai Kredivo buat nyicil barang yang misalnya dibutuhkan untuk bisnis. Seperti, alat masak, alat berkebun, produk fashion, dan masih banyak lagi di 1.000+ merchant rekanan Kredivo. Ada Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Blibli, Electronic City, IKEA, dll. 

Yang ketiga, daftar Kredivo gampang banget! Kamu tinggal download aplikasinya di Google Play Store atau App Store, lalu ikuti langkah-langkah pendaftarannya. Jangan lupa, pastikan kamu sudah memenuhi tiga syarat berikut: 

  1. WNI yang sudah berusia minimal 18 tahun. 
  2. Sudah berpenghasilan minimal sebesar Rp 3 juta per bulan. 
  3. Berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon, Balikpapan, Batam, Purwakarta, Padang, Pekanbaru, Manado, Samarinda, dan Kediri.