Hipertensi pada Anak | Indonesia Re

Saat kita berobat ke dokter salah satu prosedur yang cukup umum untuk dilakukan adalah memeriksa tekanan darah. Pemerikasaan yang satu ini berguna untuk menentukan jika tekanan darah seseorang normal, tinggi atau rendah.

Beberapa masalah kesehatan yang terjadi biasanaya akan memiliki keterkaitan dengan tekanan darah. Sama dengan hperteni yang sering sekali di kaitkan dengan penyakit dewasa danj juga lansia, padahal saat ini para remaja juga bisa mengalaminya.

Pada saat seseorang mengalami tekanan darah yang tinggi masalah tersebut bida di sebabkan oleh banyak hal dan sebagain besar berhubungan dengan pola hidup dan juga kebiasaan yang tidak sehat.

Anda harus tahu jika hipertensi ini bisa terjadi dan di bangi menjadi dua jenis yaitu ada hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Lalu apa yang membedakan dua jenis hipertensi tersebut?

 

Perbedaan Hipertensi Primer dan Hipertensi Sekunder

Tekanan darah ini adalah seberapa tinggi tekanan yang mendorong dinding arteti dalam tubuh. Arteri ni membawa darah ke jantung dan juga bagian tubuh lainnya.

Tekanan darah ini selalu nain dan turun sepanjang hari, tapi jika tekanannya terlalu tinggi hal tersebut bisa membuat sebuah masalah kesehatan yang jauh lebih kompleks jika di diamkan di dalam waktu yang lama.

Hipertensi ini juga di sebut menjadi tekanan darah tinggi karena tekanan darahnya ini lebih dari biasanya. Selain itu hipertensi ini di bagi lagi menjadi dua jenis yaitu ada hipertensi primer dan sekunder. Ini dia perbedaan dari dua jenis hipertensi:

  • Hipertensi Primer

Hipertensi primer ini adalah tekanan darah tinggi primer yang biasanya terjadi karena tanpa adanya penyebab yang pasti, masalh ini terjadi saat tekanan darah tinggi lebih besar dari 130 sistolik dan 80 diastolik. Faktanya gangguan yang satu ini cukup umum terjadi pada seseorang yang memang mengalamii hipertensi, kasusnya ini lebih dari 90%. Walaupun begitu tetap ada beberap faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertensi ini, diantaranya:

  1. Genetik, faktor yang satu ini bisa jadi karena faktor keturunan, hipertensi ni bisa terjadi karena riwayat kesehatan yang dimiliki oleh keluarga. Jadi jika orang tua atau keluarga Anda ada yang mengalami hipertendi Anda juga bisa beresiko untuk mengalaminya.
  2. Obesitas, hal ini biasanya terjadi karena pola makan dan juga pola hidup yang kurang sehat, resiko hipertensi untuk penderita obesitas ini jauh lebih tinggi sampau 6 kali lipat.
  3. Konsumsi garam secara berlebihan, hal ini biasanya di dapatkan dari seringnya mengkonsumsi makanan cepat saji. Garam ini menjadikan cairan dalam tubuh meningkat yang membuat tekanan darah juga jadi ikut meningkat guna mengimbanginya.
  4. Kekurangan asupan Kalium ini adalah asupan yang bisa membantu untuk menstabilkan kadar garam yang ada di dalam tubuh.
  5. Memiliki kebiasaan buruk, misalnya stress, merokok, minum alcohol, sering begadang, dan bisa karena gangguan tidur.
  • Hipertensi Sekunder

Berbeda dengan hipertensi primer, jenis hipertensi sekunder ini memiliki penyeab yang cukup jelas yaitu di sebabkan oleh satu keadaan medis tertentu. Salah satu kondisi medisnya ini adalah penyakit ginjal. Hal tersebut memang cukup wajar terjadi karena fungsi dari ginjal ini untuk mengontrol tekanan darah, ketika tekanan darah terus- terusan naik ginjal ini akan kesulitan untuk mengontrolnya dan menyebabkan masalah. Fakta penyakit ginjal polikistik dan glomerulonefritis menjadi dua pemicu yang menyebabkan hipertensi.