Cangkang inti sawit (PKS) adalah fraksi cangkang yang tersisa setelah biji diambil dari operasi penghancuran di pabrik kelapa sawit. PKS dapat digunakan dalam boiler industri, tungku dan pengecoran, tempat pembakaran batu bata, pemanas perumahan dan komersial, dan agregat ringan untuk beton sebagai bahan bakar alternatif berbasis biomassa yang menggabungkan panas dan pembangkit listrik.

PKS telah lama digunakan sebagai bahan bakar padat pada steam boiler pabrik kelapa sawit di Indonesia dan Indonesia. Uap yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik. Sebagian besar pabrik kelapa sawit di Indonesia dan Indonesia berswasembada dalam hal energi dengan memanfaatkan cangkang inti dan serat mesokarp dalam kogenerasi.

Saat ini, permintaan PKS yang di minta di karuniatinggiindonesia.com telah meningkat secara signifikan di Eropa dan Asia Pasifik karena perbedaan harga yang tipis antara batubara dan PKS. Industri semen dan produsen pembangkit listrik semakin banyak menggunakan PKS untuk menggantikan batubara. PKS mengandung fraksi cangkang besar dan kecil yang bercampur dengan fraksi seperti debu dan serat kecil yang dapat dengan mudah ditangani secara massal langsung dari lini produk hingga penggunaan akhir.

Pasar Ekspor Cangkang Sawit Indonesia

 

Pada tahun 2020, Indonesia mengekspor hampir 1 juta MT PKS ke dunia. Pasar utama adalah Jepang dengan pangsa 99,6% yang setara dengan 981.624 MT. Nilai ekspor PKS pada tahun 2020 sangatlah besar yang memberikan kontribusi sekitar 0,25% dari total nilai ekspor produk kelapa sawit. Ekspor PKS Indonesia mencatat peningkatan luar biasa sebesar 17,74% CAGR selama lima tahun terakhir. Peningkatan ekspor PKS terutama disumbang oleh impor dari Jepang.

Impor PKS dan https://karuniatinggiindonesia.com/palm-acid-oil/ di Jepang telah meningkat pesat sejak 2012, setelah listrik yang dihasilkan biomassa memenuhi syarat untuk program feed-in-tariff (FIT). Indonesia merupakan pemasok PKS terbesar bagi Jepang. Pada tahun 2020, nilai impor PKS dari Indonesia sebesar USD209,45 juta dibandingkan Indonesia sebesar USD65,8 juta. PKS yang diimpor hampir seluruhnya dikonsumsi oleh pembangkit listrik tenaga biomassa yang memenuhi syarat FIT menengah dan besar di Jepang. Pakar industri di Jepang memproyeksikan jumlah impor PKS mencapai 5 juta MT pada tahun 2025 karena bertambahnya jumlah pembangkit listrik tenaga biomassa Jepang.