Sifat Gas Alam dan Pengujian Komposisinya

Dalam industri perminyakan, gas alam yang diperoleh berasal dari ladang gas akan dibersihkan berasal dari zat-zat pengotornya, zat pengotor tersebut di dalam dunia tehnik perminyakan disebut impurities.

Kadar impuritis mampu diketahui bersama dengan melaksanakan pengujian komposisi terhadap gas, tidak cuman itu, bersama dengan diketahuinya komposisi maka sifat-sifat berasal dari gas alam termasuk akan diketahui.

Setelah dilakukan step pengurangan/penghilangan impuritis, maka gas tersebut udah mampu diolah untuk membuahkan produk-produk LNG (Liquefied Natural Gas), BBG (Bahan Bakar Gas) maupun LPG (Liquefied Petroleum Gas).

 

Karakterisasi Gas Alam

Penggunaan gas alam dengan Magnetic Flow Meter sebagai umpan atau bahan baku kudu cocok bersama dengan standar yang udah ditetapkan, untuk sadar kulitas berasal dari bahan baku apakah udah cocok bersama dengan standar maka dilakukan pengujian di laboratorium.

Tujuan berasal dari standar tadi yakni sehingga step pengolahan mampu terjadi bersama dengan aman (tidak menyebabkan kerusakan peralatan yang digunakan) dan memenuhi spesifikasi product yang diinginkan.

Sifat-Sifat Gas Alam

Setelah melalui step pemurnian (treating), maka gas alam kudu memenuhi sifat-sifat cocok bersama dengan kegunaannya. Adapun sifat-sifat yang dimaksud antara lain:

Memiliki hidrokarbon bersama dengan kemurnian tinggi, tujuannya untuk menanggung kualitas maupun jumlah gas alam.
Tidak menyebabkan korosi/karat terhadap peralatan pengolahan.
Mempunyai nilai kalori tinggi apabila gas tersebut akan digunakan sebagai bahan bakar.

Produk yang dihasilkan, khususnya di dalam wujud gas cair tidak menyebabkan endapan (berupa hidrokarbon berat) terhadap proses penampungan/penyimpanan.

Tidak menyebabkan jelaga (asap) disaat terjadi pembakaran, tujuannya sehingga tidak mencemari udara.

Untuk point yang paling akhir merupakan keliru satu yang paling penting, yakni kudu memiliki tekanan uap yang cukup sehingga tidak membahayakan keselamatan disaat pengangkutan, penyimpanan dan penyaluran.

Di bawah ini adalah tabel parameter uji gas alam:

Signifikansi Pengujian Komposisi dan Komponen Gas Alam
Yang dimaksud berasal dari signifikansi pengujian gas alam adalah arti dan manfaat berasal dari suatu pengujian gas alam. Jenis gas alam disesuaikan bersama dengan jumlah senyawa dan paduan senyawa yang terlarut di di dalam gas tersebut. Jenis dan kadar senyawa yang terlarut erat hubungannya bersama dengan kualitas dan jumlah gas sebagai umpan untuk pembuatan LNG, BBG dan LPG.

Umumnya, pengujian komposisi gas alam dilakukan sedusi bersama dengan metode American Standard Testing plus Material 1945 (ASTM 1945) atau Gas Processor Association (GPA 2261). Metode pengujian ini memanfaatkan peralatan kromatografi gas, alat ini mampu mendeteksi komposisi gas alam dan komponen di dalamnya.

Adapun komponen gas yang dimaksud seperti terhadap tabel di bawah, disusun berdasarkan naiknya titik didih:

Dengan peralatan kromatografi gas, komponen-komponen gas alam mampu dipisahkan berdasarkan perbedaan titik didih masing-masing komponen dan aksinya terhadap fase diam sebagai isikan kolom kromatografi gas.

 

Konsentrasi Komponen Dalam Gas Alam

Umumnya range (kisaran) konsentrasi masing-masing komponen yang terkandung di dalam gas alam menurut ASTM 1945 dan GPA 2261 adalah sebagai berikut:

Setelah dilakukan pengujian komposisi gas alam, dan bersama dengan diketahuinya komposisi di dalamnya maka udah mampu digunakan sebagai dasar untuk mengkalkulasi sifat-sifat gas tersebut, seperti nilai kalori, tekanan uap, SG (Specific Gravity).

Besarnya kadar komponen-komponen hidrokarbon di dalam gas alam akan pilih kualitas gas tersebut, entah itu berasal dari faktor kualitasnya maupun kuantitasnya.

Semakin tinggi konsentasi hidrokarbon maka kualitas berasal dari gas alam tersebut akan semakin tinggi. Sementara untuk komponen non hidrokarbon apabila kadarnya cukup tinggi maka kualitas gas alam akan semakin rendah.

Disamping itu, kadar komponen non hidrokarbon digunakan untuk pilih jenis dan dosis bahan kimia terhadap proses purifikasi atau treating, sehingga product yang dihasilkan (LNG, LPG maupun BBG) mampu memenuhi spesifikasi.

Sekian ulasan kali ini tentang sifat-sifat gas alam dan pengujian komposisinya. Artikel seterusnya akan dibahas tentang pemakaian hasil olahan gas alam terhadap berbagai bidang. Semoga artikel ilmu ini mampu meningkatkan wawasan Anda.